Sabtu, 16 Januari 2016

Sesama Saudara Muslim Jangan Ribut

Mereka yang benci kepada kita (muslim) sudah punya lebih dari segudang strategi untuk mengahancurkan rumah (Islam) hingga luluh lantah rata dengan tanah, sedangkan kita yang hidup sebagai saudara dan satu keluarga tinggal serumah pula, masih saja meributkan mana menu makanan FURU'IYAH ysng BENAR untuk kesehatan dan saling klaim bahwa kamar masing-masing yang paling BENAR untuk meninabobokkan dalam kenyamanan (surga) dihari mendatang.
Saya menghela nafas panjang dan mengelus dada, se-EGOIS itukah kita sebagai keluarga, sekejam itukah kita terhadap sesama saudara. Padahal seingat saya tetua kita sang kepala keluarga, Muhammad, yang dulu bersusah payah -bahkan rela terusir dari tanah kelahirannya- membangun rumah dan keluarga ini berpesan dengan tegas المؤمن أخ المؤمن "sesama muslim adalah saudara".
Tidakkah seharusnya kita yang tinggal satu atap bahu membahu menghadang dan melawan serangan ribuan kavaleri pasukan yang siap menghantam dan meratakan dengan rumah kita dengan tanah, dan saya rasa kalau hanya dengan meratakan dengan tanah mereka masih tidak akan puas, lebih tepatnya menimbun rumah kita dan kita yang ada didalamnya kedalam tanah tanpa batu nisan diatasnya.
Huuuft.. Lagi-lagi saya dipaksa untuk menghela nafas panjang dan mengelus dada. Berusaha menenangkan diri seakan ada mahluk kecil yang saya sendiri tak tahu bagaimana wujudnya, tapi yang pasti dia selalu menimbulkan kegelisahan saat saya memikirkan rumah indah kita, warisan dari Manusia paling mulia "al Basyar Laa Kalbasyar" yang akan luluh lantah jika kita semua sebagai penghuninya masih saja bersikap seperti yang telah saya ceritakan kepada pembaca sekalian.
Andaisaja kita sesama saudara muslim bisa saling menghormati, menghargai dan saling bertoleransi. Membuang jauh sifat egois, klaim kebenaran, keinginan untuk masuk surga sendiri dengan mengkafirkan dan menhalalkan darah sesama saudara kita yang tidak sepaham dengan menggunakan cara "BOM bunuh" diri dan semacamnya, maka agaknya saya akan merasa lega dan saya tidak harus lagi menghela nafas panjang dan mengelus dada seperti biasanya.
.
Dibawah pohon rindang FIB UI Depok, 17 Januari 2016, menulis sambil berulangkali menghela nafas dan mengelus dada.

Aminuddin Hamid

Jumat, 15 Januari 2016

Komitmen pada Tujuan, Kunci Keberhasilan

Salah satu kunci keberhasilah adalah "komitmen".
Satu kata yang cukup simple dan mudah untuk diucapkan tetapi tidaklah  sesimple dan semudah itu untuk diaplikasikan.
Untuk tetap bisa melangkah kedepan meraih apa yang kita inginkan, kita harus berkomitmen untuk fokus pada tujuan, komitmen untuk tetap berdiri saat terjatuh, komitmen untuk tetap melangkah meski jalan terjal bahkan jalan buntu yang ada dihadapan kita.
Bagaimana pun caranya kita harus berkomitmen, jika jalan didepan terjal, kita harus kuatkan diri untuk tetap bisa berjalan dijalurnya, jika jalan dihadapan kita buntu, kita harus tetap berkomitmen untuk tidak mundur ke belakang, carilah solusi kita tetep bisa melewatinya.
Jika kita sudah mempunyai komitmen yang kuat terhadap diri sendiri, apapun rintangan tersebut tanpa pikir panjang otak akan langsung berpikir mencari jalan keluar yang kreatif, inovatif dan bahkan GILA,,, karena kita sudah berkomitmen untuk tetap melangkah dan tidak akan berhenti kecuali digaris finish yang telah kita tentukan sendiri (tujuan)

Rabu, 13 Januari 2016

Motivasi 1 (Ciptakan Balance)

HALO SAHABAT !!
Bagaiamana kabar dan kondisimu saat ini, masih sehat kan ?
Layaknya sebuah kapal yang akan berlayar, kondisi fisik kapal haruslah dalam keadaan stabil dan fit, jangan sampai ada kerusakan.
Para ABK pun pastinya akan memeriksa keadaan fisik kapal, karena mereka tidak mau kecolongan dalam perjalanan dengan mendapatkan masalah besar yang sebenarnya itu hanyalah persoalan kecil dan ahirnya menjadi besar karena faktor keadaan fisik kapal yang tidak normal dan terlalu dipaksakan.
Kondisi kapal yang fit diperlukan untuk menyeberang lautan, memecah ombak dan menahan hantaman badai dan gelombang. Dan hal itu tentunya didalangi oleh si pengemudi sosok Nahkoda yang handal, tahan banting, bermental baja dan terahir yang paling penting adalah berjiwa pemimpin yang bertanggug jawab. Bertanggung jawab terhadap anak buah dan bertanggung jawab terhadap kondisi kapal.
Setidaknya seperti itulah yang bisa saya gambarkan untuk sahabat sekalian dalam berusaha dan berjuang untuk mewujudkan mimpi dan meraih kesuksesan, sebelum mengambil langkah di garis start untuk berlari mewujudkan mimpi, sahabat sekalian haruslah mempunyai persiapan yang matang baik dari segi fisik maupun kapabilitas (meskipun skill dan kapabilitas bisa terbentuk melalui proses) yang mumpuni. Terkadang banyak yang sahabat-sahabat kita yang berjuang untuk menggapai mimpi akan tetapi tidak telalu memperhatikan kondisi kesehatan.
Padahal jiwa yang sehat terdapat dalam jasmani yang sehat. ketika dalam perjalanan sahabat terkena sakit, maka secara otomatis perjuangan sahabat pastinya juga akan pause untuk sementara waktu. Maka jangan lupa untuk tetap menjaga kondisi kesehatan dengan berolahraga, memberikan hak anggota tubuh sebagaimana mestinya, mereka berhak untuk mendapatkan kesehatan dan tidak hanya kita tuntut mengerjakan kewajiban dengan berjuang dan berjuang.
Harus ada keseimbangan antara jiwa dan raga, spirit untuk terus melangkah harus tetap tertancap dalam dalam dijiwa seorang pejuang.
Jatuh, bangun; Jatuh lagi, bangun lagi; Jatuh lagi; bangun lagi; Terjatuh lagi dan lagi; Lagi-lagi tetap bangun; Jatuh untuk yang kesekian kali; Tetap bangun untuk tetap melangkahkan kaki. Mental baja (atau mungkin bisa dikatakan bandel) harus dimiliki, tak usah pedulikan omongan orang. biarkan mereka mengejek kita, biarkan mereka mau berkata apa. dan jika kau mendapatkan hinaan, itu menunjukkan bahwa kau memang cocok untuk menjadi seorang pejuang dan tinggal menunggu hari meraih kesuksesan asalkan kau mau bersabar dan konsisten dalam garis perjuangan.
Biarkan mereka mengejekmu sampai tiba waktunya ejekan itu akan tercekat dimulut mereka tanpa kau balas. Nikmatilah prosesmu, nikmatilah kelelahan mu.  “Berlelah lelah lah hingga kelelahan itu menyerah untuk menghinggapimu”.
Tetap optimis dan fokus, ciptakan balance (keseimbangan) antar jiwa dan raga, estetika dan logika. Maka kau kan temukan jalannya.
"Nikmat hidup adalah pada fase dimana kita berjuang mewujudkan mimpi dan cita-cita” (Aminuddin Hamid)
salam semangat sahabat, STERKTE !!
Depok, 14 Januari 2016


Aminuddin Hamid

Selasa, 12 Januari 2016

Belanda Negeri Van Orange

Apa yang terlintas dipikaran sahabat sekalian jika kita mendengar kata  “Nederland” ? satu nama Negara yang biasa kita kenal dengan nama Belanda. Jika boleh berasumsi mungkin  dalam benak sahabat sekalian pastinya langsung terbersit tentang kincir angin, dam, wisata, warna orange, tentunya kata penjajah VOC juga tidak akan bisa lepas dari benak kita sebagai warga negara Indonesia.
Belanda adalah salah satu Negara di eropa barat berbentuk kerajaan dan terdiri dari 12 provinsi. Secara geografis wilayahnya berbatasan dengan laut utara di utara, dan barat, Belgia di selatan, dan Jerman di timur, dan berbagi perbatasan bahari dengan Belgia, Jerman, dan Britania Raya. Letak datarannya rata-rata berada dibawah permukaan air, yakni sekitar 20% dari keseluruhan wilayahnya.
Banyak hal menarik tentang Negara yang identik dengan warna orange ini baik dari segi budaya, pendidikan dan sejarah. Dalam hal sejarah Belanda mempunyai kaitan erat dengan Indonesia, karena Negara kita Indonesia pernah dijajah selama sekitar 350 tahun. Belanda baru mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949, lima tahun setelah Indonesia memproklamirkan diri sebagai negara merdeka.


Dilihat dari segi kebudayaan dan pendidikan, Negeri kincir angin ini sederet nama tokoh seniman terkenal yang mentorehkan namanya dijajaran seniman dunia, terutama pada masa abad ke-17 yang pada saat itu merupakan zaman  “Maestro Belanda”. Misalnya Rembrandt van Rijn, Johannes VermeerJan SteenJacob van Ruysdael adalah jajaran nama pelukis terkenal asal Belanda abad ke-17. Sedangkan pada masa abad ke-19 dan ke-20 pelukis Belanda yang terkenal adalah Vincent van Gogh, dan Piet MondriaanM.C. Escher seorang seniman grafika terkenal. Bagi sahabat sekalian yang bergelut dengan dunia filsafat tentunya nama Erasmuz dan Spinosa bukanlah nama yang asing lagi. Tidak hanya itu, hal yang juga menarik adalah semua karya besar filsuf besar dunia berkebangsaan Prancis Rene Descartes dirampungkan di Belanda. Jika berbicara tentang astronomi sahabat juga pasti kenal dengan  ilmuwan Belanda Christiaan Huygens (1629–1695) sang penemu bulan SaturnusTitan. Selain itu masih banyak ilmuan, seniman dan tokoh-tokoh  dunia lainnya yang berkebangsaan belanda.
Universitas-universitas di Belanda juga tidak kalah terkenalnya dengan tokoh tokoh yang saya sebutkan diatas. Salah satunya ialah Leiden University, kampus yang sangat recommended bagi para pelajar (hususnya Indonesia) yang ingin menempuh studi berkaitan dengan literatur atau sejarah. Hal itu dikarenakan perpusatakaan Leiden University memiliki koleksi terbesar diseluruh dunia tentang Indonesia. Benda-benda yang disimpan disana meliputi sekitar 5,200,000 volume, 1,000,000 e-book, 20,000 serial saat ini, 40,000 e-jurnal, 60,000 manuskrip Barat dan Timur, 500,000 pesan, 100,000 peta, 100,000 cetakan, 12,000 gambar dan 300,000 foto.
Waaau, sahabat sekalian bisa membayangkan. jumlah koleksi literature yang fantastis bukan??